Forkasi (Forum Orang Tua Anak Spesial) Surabaya menggelar seminar bertajuk Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Individu Special Needs, Sabtu (2/11). Topik pelecehan seksual dipilih karena dewasa ini semakin banyak kasus pelecehan seksual yang melibatkan individu special needs.

Pada individu neuro typical (baca :normal), pelecehan seksual relatif lebih mudah dicegah dengan berbagai penyuluhan kepada anak-anak sejak kecil. Hal yang berbeda dengan People with Special Needs (Individu dengan Kebutuhan Khusus) yang memiliki berbagai kendala baik itu komunikasi, logika maupun perilaku yang membutuhkan sebuah keahlian dan strategi khusus bagi para orang tua, guru atau pun pemerhati pendidikan khusus agar dapat menjelaskan dan mengajarkan masalah pelecehan seksual kepada individu berkebutuhan khusus tersebut.

 

julajuli.com

Rosita Simin, pemegang lisensi Boardmaker Tobii Dynavox (software simbol gambar yang digunakan sebagai komunikasi augmentatif dan alternatif untuk individu special needs) menuturkan, kasus yang dihadapi oleh anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah mereka bisa membaca tapi tidak dapat memahami artinya karena memiliki kelemahan dalam berimajinasi.

"Jadi, sesuatu yang abstrak itu kan bisa kita rasakan, tapi gak bisa kita lihat secara kasat mata. Contohnya berpikir, percaya, bagaimana kita bisa berpikir dan percaya? Nah itu ada simbolnya," ungkap Rosita yang hari itu bertindak sebagai pemateri pada sesi Puberty Reading Comprehension with Symbol Supported.

Lebih lanjut, Rosita menjelaskan, software Boardmaker Tobii Dynavox ini ada 12.000 simbol dasar yang terbagi atas 20an tema diantaranya: body part, animal, grooming, seksualitas, home, people, place, deskriptif, religion, school, science yang dibuat menjadi flash card/kartu bergambar atau reading comprehension, sequence, jadwal.

Berkaitan dengan pencegahan pelecehan seksual, simbol ini diharapkan mampu mendeskripsikan secara visual bagian tubuh privat milik perempuan dan laki-laki apa saja. "Dan mereka juga dicegah untuk tidak melakukan perintah yang disuruh. Mereka harus tahu siapa yang boleh dan tidak boleh memegang. Gambar-gambar ini harus diajarkan berulang kali. Kalo gak ada gambarnya kan mereka gak tahu,"

 

julajuli.com

Rosita berharap materi ini bisa diterapkan di sekolah-sekolah karena materi di sekolah sebagian besar adalah teks dan anak spesial sulit memahami konsep, yang bisa dibantu dengan visual support.

Selain materi tentang visual support yang dibawakan oleh Rosita, seminar juga diisi oleh Bonnie Dewayanti (Sharing Pendidikan Seksualitas pada Penyandang Autisme) dan Riska Timothy (Pencegahan Pelecehan Seksual pada Individu Special Needs). Acara ini terselenggara atas kerjasama PT BJTI PORT, PELINDO III, Terminal Petikemas Surabaya,Terminal Teluk MarketLamong, SPBU Kayoon Kemiri, Ayam Bakar Primarasa, dengan media partner Suara Surabaya dan Majalah SCG.