Sains dan seni merupakan dua hal yang sama saat digunakan sebagai medium penyampaian pesan yang ada di sekitar manusia. Institut Français d'Indonésie (IFI) menghadirkan drama yang menyatukan kedua hal tersebut, menjadi pementasan yang mengedukasi serta menghibur. Acara yang diadakan pada Jumat (01/10) di Auditorium IFI Surabaya ini bekerjasama dengan Les Sens de Mots menghadirkan penampilan bertajuk Binôme.

julajuli.com

Dalam Binôme sendiri, terdapat dua drama yang dipentaskan. Sebelum pementasan, diputar sebuah video berdurasi 10 menit yang mengisahkan perjalanan Frédeéric Sonntag, seorang penulis naskah drama yang mengunjungi Daniel Cota, seorang peneliti neuroscience asal Bordeaux, Prancis. Pada pertemuan tersebut Frédeéric hanya diberi kesempatan 50 menit untuk menggali penelitian Daniel seputar obesitas dengan hormon endocannabinoid dan dua bulan untuk penulisan naskah drama.

julajuli.com

“Untuk Drama Chaos Mouse atau Tikus yang Rusak ini sendiri menggabungkan antara  skit komedi disertai dengan info-info menarik dan mengedukasi mengenai sebab dan akibat obesitas untuk berbagai hal,” ungkap Pramenda Krishna, Penanggung Jawab Budaya dan Komunikasi IFI Surabaya. Pementasan ini dimainkan oleh tiga aktor yang mengundang gelak tawa serta emosi penonton. (Naskah: Jeane, foto: Nando)