Menurut Alben Ayub Andal, desainer asal Surabaya, bila mengulik sejarahnya, gaun malam di tahun 50-an adalah yang paling ideal bila dikenakan di badan wanita. “Sebenarnya itu paling ideal 50-an karena kalo 60-an pinggangnya lebih besar, banyak variasi, wanita banyak yang kesulitan karena bentuk badannya nggak kelihatan. Jadi 50-an ini paling ideal karena bentuk badan wanita akan terekspos,” ungkap Alben, saat ditemui Rabu (20/11).

Menghadirkan koleksi bertajuk Creeping Phlox, yang terinspirasi dari tanaman rambat dengan bunganya yang indah. Pria asli Surabaya ini mengaplikasikan aksen warna pink dalam gaun rancangannya, yaitu perpaduan antara dusty pink dan ungu lavender yang sudah dicampur dengan silver.

julajuli.com

Alben menambahkan, gaun di tahun 50-an merupakan busana yang minim lace atau renda. “Aslinya 50-an itu lace-nya sedikit banget. Sedangkan yang saya pakai ini full lace semua untuk menyesuaikan dengan tren sekarang. Jadi adaptasinya mesti saya dekatkan untuk bisa dapat nafas tetap modern tapi gaya vintage gak ilang.”.

julajuli.com

Selain unsur renda, panjang gaun di tahun ini umumnya sedikit di bawah lutut. Selain rok lebar, karakteristik lainnya adalah menghadirkan siluet badan X dengan bagian atas yang melebar lalu menyempit di bagian pinggang. (Foto: Nando)