Sejak tahun 2017 silam, Angkatan Laut Indonesia punya satu armada kapal latih yaitu KRI Bima Suci. Kehadiran KRI Bima Suci sebagai pengganti KRI Dewaruci yang sudah beroperasi sejak 1953.

KRI Bima Suci dibangun di galangan kapal Freire kota Vigo Spanyol pada tahun 2017. Dengan spesifikasi tipe kapal barque/barc, Bima Suci mempunyai panjang 111,2 M dengan lebar 13,65 M. Punya jumlah layar sebanyak 26 layar membuat Bima Suci bisa melaju hingga 15 knot.

julajuli.com

Sebagai kapal latih bagi taruna akademi Angkatan Laut, KRI Bima Suci mengemban misi membawa kadet/taruna, untuk misi pengenalan budaya dan diplomasi taruna/taruni. Diungkapkan oleh Letkol Laut (P), Waluyo, Komandan KRI Bima Suci KRI Bima Suci telah dibawa berkelana ke beberapa negara. "Pada 2019 KRI Bumi Suci baru selesai pelayaran dan sampai kembali di Surabaya 12 November. Kita melaksanakan muhibah ke 9 negara di Asia Timur termasuk Australia. Tahun ini saja udah (berlayar, red) 99 hari, 9 negara dan 3 kota pelabuhan di Indonesia. Jadi total 12 tempat," ujarnya, saat ditemui pada Kamis, (28/11).

julajuli.com

Selain telah singgah di berbagai negara, KRI Bima Suci juga dilengkapi beberapa ruang kelas dengan sistem multimedia, ruang resepsi, Saloon Komandan, ruang kesehatan, anjungan latih dan ruang VIP/VVIP. Ruangan-ruangan ini didukung dengan teknologi terkini nan canggih, contohnya, ruang kelas taruna-taruni yang dilengkapi dengan peralatan multimedia yang canggih. Sehingga mereka tidak hanya belajar lewat buku, namun juga digital.