Bisa berjalan dengan konsisten selama lima tahun, sejak tahun 2014 bukanlah hal yang mudah namun bukan pula hal yang sulit diwujudkan bagi Basha Market. Devina Sugono, Co-Founder Basha Market mengatakan, tantangan belanja online adalah sebuah keniscayaan. Namun menurut Devina, belanja dengan pengunjung yang datang sendiri dan merasakan kualitasnya tentu berbeda dengan via daring.

julajuli.com

“Basha Market menekankan bukan hanya acara shopping, Basha Market adalah sebuah wadah kreatif yang tidak hanya mendatangkan pengunjung untuk belanja. Tapi juga mengapresiasi karya lokal. Kalau dulu kami hanya berfokus pada retail, sekarang kami mengakomodir scarf, aksesoris, tote bag, dan lainnya. Selain itu kami juga berkolaborasi dengan seniman lokal untuk membuat instalasi ini,” ungkap Devina.

julajuli.com

Diakui pula oleh Gary Aditya, Founder Revolt Industry, salah satu tenant yang telah bergabung dengan Basha Market sejak 2015, Basha Market telah berkembang dalam segala aspek sejak awal diselenggarakan. “Menurut saya di persaingan market di jaman sekarang banyak. Di Surabaya, selalu ada event kreatif seperti ini, tapi cuma tinggal Basha yang sukses sampe sekarang, itu yang membuat saya merasa worthed sekali. Di Basha juga saya belajar banyak hal, mulai dari pemasaran, maintenance costumer, dan hal-hal lain,” tutup pria berkacamata ini.