Gempuran hawa panas di Surabaya beberapa waktu terakhir ini tampaknya belum akan berakhir. Sang surya sepertinya masih enggan bertukar singgasana dengan sang hujan.Tak ayal kehadiran minuman dingin selalu jadi incaran, untuk sekadar mendinginkan tenggorokan.

Es Dawet misalnya. Es yang disajikan dengan bulir-bulir dawet ini adalah salah satu minuman yang bisa ditemukan dengan mudah. Di Surabaya, salah satu es dawet legendaris yaitu es dawet kudus Cak Minto.

julajuli.com

Bila sedang melintas di Jalan Mayjend Sungkono, dan melihat ada satu ruas trotoar yang penuh dengan kendaraan yang terparkir di depannya, bisa jadi itu adalah kios dawet Cak Minto. Berdiri tak jauh dari kantor KPU Kota Surabaya.

Berdiri sejak 20-an tahun silam, es dawet kudus Cak Minto ini terlihat tak pernah sepi pengunjung alias lumintu, datang terus menerus tak pernah berhenti. Apalagi di tengah panasnya hawa Surabaya akhir-akhir ini, pengunjung bisa datang silih berganti terutama bila waktu siang tiba. Didukung dengan kondisi trototar yang cukup teduh karena rimbun pepohonan yang meniupkan angin sepoi-sepoi.

julajuli.com

Segelas es dawet ini disajikan dengan sederhana, namun kesederhanaanya itu yang membuatnya istimewa. Segelas es dawet berisikan dawet berwarna merah muda, potongan tape, serutan es, susu kental, dan siraman gula aren yang dibanderol harga Rp. 8.000. Es dawet kudus Cak Minto ini buka tiap hari, mulai jam 09.00-17.00. (Foto: Nando)