Perawatan wajah sejak dini menjadi salah satu investasi terbaik untuk masa depan. Mengenali jenis wajah serta memilih produk yang tepat merupakan syarat mutlak untuk mulai melakukan perawatan. Kian beragamnya produk perawatan wajah yang ada di pasaran harus dibarengi dengan edukasi di masyarakat agar tak salah pilih.

Istilah bahan kimia, natural, dan organik ramai terdengar dalam dunia kecantikan ini. Klaim satu dan lainnya saling mengunggulkan diri menjadi yang paling baik. Kimiawi misalnya, dianggap paling berbahaya. Namun benarkah itu? dr. Yunita Ekawati, dokter di Naava Green menuturkan sebenarnya unsur kimiawi masih dibutuhkan dalam tubuh. “Misalnya Paraben kemarin-kemarin dibilang bahan berbahaya, tapi ternyata salah satu fungsinya adalah menahan biar gak timbul bakteri, jadi masih dibutuhkan,” tuturnya saat ditemui di acara Qupas Beauty.

julajuli.com

Sedangkan untuk bahan natural dan organik dikatakan oleh dr. Yunita karakteristik keduanya hampir mirip. Bahan-bahan natural berasal dari bahan alami, seperti antioksidan dari tomat dan apel. Namun untuk organik, sebuah produk diklaim organik tak semudah memasangnya pada label kemasan. Rupanya, ada banyak hal yang harus dipenuhi agar disebut organik.

“Kalau organik sendiri setahu saya harus ada badan, atau dia punya lisensi dari badan yang menyatakan kalau itu asli bahannya bahan organik. Biasanya kayak bahan sintetis apa yang dipakai itu berpengaruh, cara penanamannya kayak gimana berpengaruh,” terang wanita berhijab ini.