Mengenal nasi kuning di Indonesia cukup mudah dilakukan. Nasi kuning, terutama di Pulau Jawa, identik dengan tradisi selametan atau syukuran. Sehingga kudapan satu ini cukup familiar dikenal. Berbeda dengan penyajian nasi kuning, di Jawa khususnya. Nasi kuning Banjar disajikan dengan lebih sederhana. Tidak banyak pelengkap seperti kering tempe, telur orak-arik, sambal goreng, dan bihun. Namun nasi kuning khas Banjar disajikan dengan masak habang, serundeng, serta sambal.

Taufiqurrakhman, Owner Nasi Kuning Banjar Rakhman, menuturkan “Sebenarnya nasi kuning hype-nya di Banjar lebih besar dari soto banjar. Nasi kuning di Banjar bisa ditemui 24 jam. Kalau di Surabaya mirip sama soto dan pecel yang bisa dimakan kapanpun.”

Dari segi rasa, Rakhman, sapaan akrab Taufiqurrakhman, nasi kuning khas Banjar punya cita rasa yang mirip dengan nasi uduk yang gurih dan lebih ringan. Sedangkan untuk teman makan nasi kuning yaitu masak habang, ada telur, daging sapi, dan daging ayam diolah dengan bumbu dasar bali dan ditambahkan dengan cabe merah kering. “Ya ini yang bikin beda, masak habang punya taste bali yang manis gurih. Rasa pedasnya dari cabe merah kering,” ungkap Rakhman.

Harga yang dibanderolkan untuk Nasi Kuning Banjar Rakhman ini cukup terjangkau. Mulai dari Rp. 10.000 untuk lauk telur sampai Rp. 15.000 untuk lauk daging sapi atau daging ayam. Untuk dapat menikmati Nasi Kuning Banjar Rakhman ini anda bisa datang ke sejumlah gerainya yang tersebar di area Surabaya, tepatnya ada di Jalan Merr Pandugo no. 11, Jalan Raya Tenggilis Mejoyo AI 29, Jalan Raya Mulyosari 224, dan Jalan Gunung Anyar Emas 1 A34.