Tahun Baru Cina diperingati dengan meriah oleh yang merayakannya. Kemeriahannya tak hanya dapat dirasakan dengan hadirnya berbagai elemen dekoratif berciri khas Imlek, tapi juga kulinernya yang khas Imlek. Salah duanya adalah kue talas dan kue lobak. Sekilas mungkin keduanya cukup asing di telinga kita, tapi sebenarnya kue ini populer di belahan dunia lain seperti di Malaysia, Singapura, Hongkong dan Cina sebagai kudapan khas Imlek.

Dalam bahasa cina, kue lobak disebut Luóbo Gāo, kalau kue talas Yùtou Gāo. Chong Loong Fat atau akrab disapa Chef Afat, Executive Chef JW Marriot Surabaya menjelaskan filosofi gāo dalam Imlek. “Gāo maksudnya itu tinggi. Kalau sudah makan kue talas atau lobak, anda berdoa mendapat yang lebih tinggi baik itu jabatan, atau apapun yang diharapkan,”. Sehingga kue talas atau lobak banyak digunakan sebagai hantaran, agar doa-doa yang teriring dalam hantaran kembali menjadi berkat untuk yang memberi.

julajuli.com

Bila bukan dalam momentum Imlek, kue talas dan kue lobak dapat ditemui dalam hidangan dimsum. Berbentuk seperti batu bata, cara membuat kue talas/lobak dikukus selama satu setengah jam dengan tambahan seperti chinese sausage, jamur, tepung beras, ebi, dan tentu saja lobak atau talas sebagai bahan utama.