Mungkin ada yang masih menyimpan panci di rumah yang tak terpakai akibat sedikit bocor, tapi masih sayang untuk dibuang karena kondisinya masih bagus. Sementara menunggu tukang patri panci keliling entah kapan datang menyambangi. Mungkin juga sebagian kita ada yang memulai usaha makanan bingung memilih dandang yang ada di pasaran, karena bentuk dan ukurannya tidak sesuai dengan yang kita butuhkan. Coba datang ke Pogot, di sekitaran Kedung Cowek itu ada seorang yang sudah membuka usaha reparasi panci sejak tahun 90an akhir. Subianto Dandang, dia lebih dikenal.

julajuli.com

Seperti siang itu, dia kedatangan tamunya yang membawa lembaran aluminium. Dari bahan yang dibawanya sendiri, Dia minta dibuatkan Pak Bianto dandang pengukus. “Untuk usaha bakpao keliling, Mas” ujarnya. Dia pernah dibuatkan dandang pengukus khusus yang disesuaikan dengan ukuran kendaraannya untuk keliling berjualan. Sepertinya dandangnya sudah perlu diganti yang baru. “Kalau beli di toko bahannya terlalu tipis. Makanya saya bawa aluminium sendiri yang lebih tebal, biar dibuatkan Pak Bianto,” katanya melanjutkan cerita.

julajuli.com

Sementara Pak Bianto menyelesaikan pesanannya, tamunya menemani sambil ngobrol. “Sebentar aja sudah selesai kok, Mas,” sahut Pak Bianto sambil memotong bahan. “Paling lima belas menit sudah selesai untuk satu dandang.” Sambil melanjutkan pekerjaannya, Subianto mulai bercerita. Sejak kecil Dia sudah membantu Pakdenya membuat panci di daerah Ampel. Subianto juga sempat bekerja sebagai tukang las. 12 tahun ikut orang, usaha lasnya bangkrut terkena imbas krisis moneter 1998. Sejak itulah dia memutuskan untuk membuka usaha reparasi panci keliling, sambil sesekali membuat dandang sesuai pesanan. Menganpgap usaha barunya lebih menghasilkan, Dia berani membuka lapak tenda bongkar pasang di Jalan Pogot, yang sampai sekarang ditempatinya.

julajuli.com

“Lebih enak seperti ini, menetap. Jadi kalau ada yang membutuhkan langsung njujug ke sini.” Sekarang langganannya sudah banyak menyebar dari seluruh Surabaya. Mulai Rungkut hingga Wonokromo. “Kalau ada rombong soto daging lewat kampung sampeyan, bisa jadi dandangnya pesen di Saya,” ujarnya banga. Karena kalau dilihat memang dandang soto daging sangat khas dengan bentuk mulut dandang yang menyesuaikan dengan ukuran rombongnya.

julajuli.com

Lantas jangan mengira tempat praktik Pak Bandi ini idealnya sebuah bengkel usaha. Hanya sepetak tenda pinggir jalan yang siap dibongkar jika sewaktu-waktu ditertibkan Satpol PP. Soal ramenya, jangan ditanya. Dalam sehari ada puluhan pelanggan yang siap meminta bantuan Pak Bandi, sekedar menambal panci, atau yang sedikit lebih rumit mengganti dasaran dandang yang sudah bengkok-bengkok tak rata bentuknya. “Alhmadulillah Mas, yang penting halal dan bisa mengidupi keluarga”.

Nyatanya warga masih banyak yang membutuhkan jasa pak Bandi. Walau sayangnya seiring usianya yang semakin menua, hingga searang tidak ada yang akan meneruskan usaha, sementara anak-anaknya sudah bekerja semua. Jadi warga kota ada yang tertarik belajar seputar dandang kepada ahlinya?