Tak salah bila terhadap sebuah karya bisa memunculkan banyak tanggapan tentang maknanya. Karena memang sudah begitu fitrah sebuah karya, sebagai penyalur perasaan pembuat kepada penikmatnya. Bahagia, sedih, haru, hanya sebagian dari ragam perasaan tersebut.

Membawakan karya lukisnya bertajuk ‘Happy Hour’, Yudha Ramadhan, seniman dari Surabaya, menjelaskan ke-12 goresan karyanya yang unjuk gigi di lobi Artotel Surabaya berasal dari pengalaman pribadinya tentang perasaan. “Mengambil tentang persepsi dari diri sendiri, dari latar belakang yang pernah dialami, sedih, percintaan. Lebih seringnya langsung dibikin sketsa. Jadi lebih enjoy, gak punya beban,” tutur pria yang akrab disapa Mbon ini.

julajuli.com

Menyuguhkan beragam warna di atas kuas pun bukan tanpa arti. Pria kelahiran 27 tahun silam ini bermaksud menerapkan metode colourology, yaitu penggunaan warna untuk menyembuhkan. Warna-warna kuning, hijau, merah, yang saling bertolak belakang dan cenderung menyilaukan mata bisa menimbulkan harmoni yang indah bagi yang melihat. “Warna-warna yang ditangkap oleh mata bisa me-resume masa lalu dan mengingat hal-hal yang terjadi pada kita. Hal itu berfungsi untuk meditasi diri sendiri dan orang lain,” ungkap Mbon pada Jumat (14/2).